Kota Ambon, Maluku
Pilih Informasi Detail:
Isu-Isu Strategis Pembangunan
Pembangunan di Kota Ambon menghadapi tantangan multidimensi yang memerlukan penanganan terintegrasi:
-
Tingginya tingkat kemacetan di koridor utama.
-
Keterbatasan infrastruktur dasar (air, sanitasi, jalan).
-
Kesenjangan sosial-ekonomi antar wilayah.
Kebutuhan Berdasarkan Konsep 5C
Kerangka kerja komprehensif untuk menjawab tantangan urban dan memaksimalkan potensi kota Ambon.
1. Compact City
Kepadatan penduduk yang tinggi.
Optimalisasi lahan untuk pembangunan vertikal.
2. Connected City
Kurangnya konektivitas jalan.
Pengembangan transportasi massal modern.
3. Inclusive City
Ketidakmerataan fasilitas publik.
Pembangunan infrastruktur yang merata.
4. Vibrant City
Potensi wisata belum optimal.
Destinasi wisata & ekonomi kreatif.
5. Resilient City
High PriorityKerentanan terhadap gempa dan tsunami.
Sistem mitigasi & revitalisasi infrastruktur tanggap bencana.
Visualisasi Implementasi Konsep 5C di Ambon
Kawasan Prioritas & Program
Tiga kawasan utama diidentifikasi sebagai katalis pertumbuhan kota:
- 1 Kawasan Pantai Tapal Kuda
- 2 Kawasan Pusat Kota
- 3 Kawasan Terminal Mardika
Fokus: Pantai Tapal Kuda
- Revitalisasi koridor & akses pejalan kaki.
- Pengembangan RTH & fasilitas komersial.
- Peningkatan layanan transportasi publik.
Galeri Kawasan & Perencanaan
Klik pada gambar untuk memperbesar.
Tekan ESC untuk menutup
Kota Ambon
Pusat Kegiatan Nasional
Sintesa kebijakan pembangunan yang menyelaraskan arah nasional (RPJPN 2045) dan provinsi untuk mewujudkan visi "Ambon Manis, Inklusif, dan Berkelanjutan" sebagai simpul utama konektivitas di Indonesia Timur.
Pusat Kegiatan Nasional
Pusat pelayanan jasa, keuangan, dan perdagangan berskala internasional serta simpul transportasi utama.
Hub Logistik Timur
Gerbang ekspor komoditas unggulan (Tuna, Cakalang) dan pariwisata bahari terintegrasi.
UNESCO City of Music
Ekonomi kreatif berbasis musik dan budaya sebagai branding kota di kancah global.
Kota Berketahanan
Adaptasi terhadap mitigasi risiko bencana dan pengembangan kota yang inklusif (Layak Anak).
Peran & Jejaring Kota
Sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN), Ambon berperan sebagai simpul utama perdagangan, logistik, dan jasa yang menghubungkan Indonesia Timur dengan pasar global.
Gerbang Logistik
Pusat perdagangan hasil laut dan rempah. Node konektivitas nasional (Surabaya, Jakarta, Makassar).
Pusat Pemerintahan
Ibukota Provinsi Maluku. Pusat koordinasi pembangunan wilayah kepulauan dan administrasi hinterland.
Hub Antar Pulau
Konektivitas laut ke pulau sekitar (Haruku, Saparua, Seram, Buru) sebagai basis pasokan pangan.
Potensi Kolaborasi Internasional & Antar-Kota
Ekonomi Kreatif &
Musik
UNESCO City of Music
Global Network
Ekonomi Kreatif & Musik
UNESCO City of Music
| Potensi Kolaborasi | Bentuk Kerjasama | Manfaat Strategis |
|---|---|---|
| Branding Kota Berbasis Musik (UNESCO) | Pertukaran budaya dengan kota kreatif dunia (Liverpool, Hannover, Bogotá), festival musik bersama & joint creative hub. |
|
Industri &
Perdagangan
Perikanan & Rempah
Ekspor & Hilirisasi
Industri & Perdagangan
Perikanan & Rempah
| Potensi Kolaborasi | Bentuk Kerjasama | Manfaat Strategis |
|---|---|---|
| Industri Perikanan & Rempah-Rempah | Kolaborasi dengan kota pelabuhan nasional (Surabaya, Bitung) & internasional (Singapura, Tokyo, Rotterdam) untuk ekspor. |
|
Pariwisata & Budaya
Bahari & Heritage
Sister City
Pariwisata & Budaya
Bahari & Heritage
| Potensi Kolaborasi | Bentuk Kerjasama | Manfaat Strategis |
|---|---|---|
| Wisata Bahari, Sejarah & Budaya Lokal | Kolaborasi dengan PT Angkasa Pura & kota wisata (Bali, Yogyakarta, Phuket) untuk promosi. Pengembangan Desa Wisata Negeri Laha. |
|
Kesehatan & Tata
Kelola
Pelayanan Publik & SDM
Capacity Building
Kesehatan & Tata Kelola
Pelayanan Publik & SDM
| Potensi Kolaborasi | Bentuk Kerjasama | Manfaat Strategis |
|---|---|---|
| Kesehatan (Sister City) | Kerja sama riset medis & capacity building tenaga medis dengan kota mitra (domestik & internasional). | Transfer teknologi & peningkatan kualitas layanan kesehatan. |
| Tata Kelola Pemerintahan | Pertukaran 'best practice' governance dengan kota lain (Makassar, Surabaya, Denpasar) & forum kota global. | Inovasi tata kelola, peningkatan kapasitas SDM & ketahanan kota. |
Peta Kekuatan & Tantangan
Pemetaan komprehensif kondisi internal dan eksternal Kota Ambon sebagai landasan perumusan strategi pembangunan yang presisi.
Strengths (Kekuatan)
- ● Hub Maritim & Perikanan: Posisi strategis dengan potensi perikanan tangkap yang melimpah.
- ● City of Music: Branding global UNESCO yang kuat sebagai daya tarik wisata kreatif.
- ● Pusat Pertumbuhan Baru: Ketersediaan lahan potensial di Passo, Wayame, dan Lateri.
Weaknesses (Kelemahan)
- ● Daya Dukung Lahan: Keterbatasan lahan datar dan permukiman padat/kumuh di pusat kota.
- ● Infrastruktur Dasar: Layanan air bersih, sanitasi, dan drainase belum merata (risk banjir).
- ● Konektivitas Internal: Kemacetan di koridor utama dan bottleneck pusat kota.
Opportunities (Peluang)
- ● Ekonomi Biru & Pariwisata: Tren global pariwisata bahari dan permintaan produk perikanan.
- ● Smart City: Peluang digitalisasi layanan publik untuk efisiensi dan jangkauan.
- ● Investasi Baru: Pengembangan kawasan reklamasi terencana (dengan RDTR) dan skema KPBU.
Threats (Ancaman)
- ● Bencana & Iklim: Kenaikan muka air laut, abrasi pesisir, dan risiko longsor.
- ● Pendangkalan Teluk: Sedimentasi yang mengancam fungsi alur pelayaran pelabuhan.
- ● Degradasi Ekosistem: Kerusakan mangrove dan terumbu karang akibat tekanan pembangunan.
5 Transformasi Kota
Langkah strategis mewujudkan Ambon yang Tangguh dan Berkelanjutan.
Transformasi Ekonomi
-
Penguatan Ekonomi Biru
Integrasi potensi perikanan & pelabuhan untuk nilai tambah ekspor.
-
Ekonomi Kreatif (Musik)
Diversifikasi ekonomi melalui pariwisata bahari & event musik dunia.
Transformasi Sosial
-
Perumahan Terjangkau
Penanganan kawasan kumuh vertikal akibat keterbatasan lahan.
-
Peningkatan SDM
Vokasi maritim & digital untuk menyuplai tenaga kerja lokal.
Transformasi Infrastruktur
-
Modernisasi Pelabuhan
Mengatasi pendangkalan & bottleneck logistik Indonesia Timur.
-
Smart City Basic
Infrastruktur digital untuk efisiensi layanan publik.
Transformasi Lingkungan
Restorasi Pesisir
Perlindungan mangrove & terumbu karang dari abrasi.
Adaptasi Iklim
Sistem drainase & resiliensi komunitas pesisir.
Transformasi Tata Kelola
Percepatan RDTR
Kepastian hukum investasi & tata ruang berbasis risiko.
Skema PPP / KPBU
Pembiayaan kreatif untuk proyek strategis (non-APBD).
Arah Kebijakan & Strategi
Panduan intervensi pembangunan kota untuk mewujudkan transformasi Ambon yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.
Transformasi Ekonomi
Penguatan Klaster Kelautan & Kreatif
- Penguatan klaster kelautan dan pengolahan ikan terintegrasi.
- Pengembangan Ambon Waterfront City dan ekonomi kreatif.
- Digitalisasi UMKM dan penyiapan paket proyek bankable.
- Kembangkan rantai nilai kelautan (penangkapan → pengolahan → pemasaran).
- Realisasikan Ambon Waterfront City sebagai mixed-use hub pariwisata.
- Siapkan pipeline PPP dan akses pembiayaan digital bagi UMKM.
Transformasi Infrastruktur
Konektivitas & Layanan Dasar
- Drainase & pengendalian banjir (Green Infrastructure).
- Revitalisasi pelabuhan, cold-chain, dan jaringan jalan.
- Perumahan terjangkau legal & perluasan broadband/PLTS.
- Terapkan solusi infrastruktur hijau untuk limbah & banjir.
- Modernisasi pelabuhan terintegrasi cold-chain & upgrade jalan.
- Program sertifikasi tanah perumahan & akselerasi energi terbarukan.
Transformasi Sosial
Kesehatan, Vokasi & Budaya
- Penguatan layanan kesehatan primer & kesiapsiagaan bencana.
- Pendidikan vokasi terintegrasi industri & pelestarian budaya.
- Perkuat sistem kesehatan & jaring pengaman sosial perumahan.
- Kembangkan vokasi link-and-match (kelautan, pariwisata).
- Promosikan budaya lokal sebagai aset ekonomi.
Transformasi Lingkungan
Restorasi Ekosistem & EBT
- Restorasi mangrove/terumbu karang & transisi energi rendah karbon.
- Pengelolaan sampah terpadu (Waste-to-Value).
- Perluasan RTH & Sistem Peringatan Dini (EWS).
- Lakukan restorasi ekosistem pesisir untuk ketahanan iklim.
- Implementasi Circular Economy & akselerasi energi surya.
Transformasi Tata Kelola
Digitalisasi & Reformasi Birokrasi
- Digitalisasi layanan (e-budgeting, e-procurement).
- Penerapan RBM, M&E, serta Reformasi SDM anti-korupsi.
- Pembentukan Unit PPP/pipeline proyek.
- Digitalisasi proses inti pemerintahan & layanan publik.
- Rekrutmen meritokrasi & bentuk unit penyiapan proyek bankable.
Indikasi Program Pembangunan
Tahapan transformasi Kota Ambon menuju 2045 yang terukur, dimulai dari penguatan pondasi hingga pemantapan posisi sebagai kota global.
Transformasi Sosial
Peningkatan Kualitas SDM & Budaya
Human
Capital
Transformasi Sosial
Peningkatan Kualitas SDM & Budaya
Tujuan: Menciptakan masyarakat sehat, terdidik, dan berbudaya toleran.
| Tahapan / Periode | Fokus Program Prioritas |
|---|---|
| Tahap 1 (2025-2029) | Pembangunan puskesmas modern, revitalisasi ruang terbuka publik, peningkatan layanan pendidikan dasar. |
| Tahap 2 (2030-2034) | Pengembangan RSUD rujukan, penguatan pendidikan vokasi, pembentukan pusat-pusat kebudayaan. |
| Tahap 3 (2035-2039) | Integrasi layanan kesehatan berbasis teknologi, peningkatan kualitas pendidikan tinggi, perluasan program kerukunan antaragama. |
| Tahap 4 (2040-2045) | Peningkatan IPM, Ambon sebagai kota percontohan toleransi, masyarakat berdaya saing global. |
Transformasi Ekonomi
Maritim & Digital Hub
Growth
Hub
Transformasi Ekonomi
Maritim & Digital Hub
Tujuan: Mengukuhkan Ambon sebagai pusat ekonomi maritim global & investasi di Indonesia Timur.
| Tahapan / Periode | Fokus Program Prioritas |
|---|---|
| Tahap 1 (2025-2029) | Modernisasi pelabuhan perikanan dan fasilitas pengolahan ikan, pengembangan kawasan UMKM digital. |
| Tahap 2 (2030-2034) | Pengembangan pusat logistik maritim, infrastruktur pariwisata bahari, ekosistem ekonomi kreatif. |
| Tahap 3 (2035-2039) | Transformasi Ambon menjadi hub ekspor hasil laut, peningkatan kunjungan wisatawan, industri hilir. |
| Tahap 4 (2040-2045) | Ambon sebagai pusat ekonomi maritim global dan tujuan utama investasi di Indonesia Timur. |
Transformasi Lingkungan
Berkelanjutan & Tangguh Bencana
Eco
City
Transformasi Lingkungan
Berkelanjutan & Tangguh Bencana
Tujuan: Mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan tangguh terhadap bencana lingkungan.
| Tahapan / Periode | Fokus Program Prioritas |
|---|---|
| Tahap 1 (2025-2029) | Pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terpadu (TPA modern), rehabilitasi kawasan mangrove. |
| Tahap 2 (2030-2034) | Implementasi program daur ulang dan ekonomi sirkular, penanaman pohon di kawasan resapan air. |
| Tahap 3 (2035-2039) | Pembangunan infrastruktur hijau (drainase biopori), konservasi ekosistem Teluk Ambon. |
| Tahap 4 (2040-2045) | Ambon sebagai kota percontohan pengelolaan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia. |
Transformasi Infrastruktur
Konektivitas & Ruang Terpadu
Integrated
Transformasi Infrastruktur
Konektivitas & Ruang Terpadu
Tujuan: Mewujudkan infrastruktur yang terintegrasi, fungsional, dan aman.
| Tahapan / Periode | Fokus Program Prioritas |
|---|---|
| Tahap 1 (2025-2029) | Pembangunan jalan lingkar kota, penataan kawasan Ambon Waterfront City, pengembangan transportasi publik. |
| Tahap 2 (2030-2034) | Pembangunan sistem transportasi cerdas, peningkatan jaringan jalan sekunder, perbaikan drainase kota. |
| Tahap 3 (2035-2039) | Pengembangan konektivitas antarwilayah, pembangunan infrastruktur tahan bencana di kawasan rawan longsor. |
| Tahap 4 (2040-2045) | Ambon memiliki infrastruktur modern yang sepenuhnya terintegrasi dan berstandar internasional. |
Transformasi Tata Kelola
Pemerintahan Digital & Partisipatif
Smart
Gov
Transformasi Tata Kelola
Pemerintahan Digital & Partisipatif
Tujuan: Menciptakan pemerintahan yang efektif, transparan, dan responsif.
| Tahapan / Periode | Fokus Program Prioritas |
|---|---|
| Tahap 1 (2025-2029) | Digitalisasi layanan publik dasar (e-perizinan), peningkatan transparansi anggaran, pengembangan aplikasi partisipasi publik. |
| Tahap 2 (2030-2034) | Implementasi sistem Smart Governance terpadu, peningkatan Indeks SPBE. |
| Tahap 3 (2035-2039) | Adopsi teknologi AI dan big data untuk perencanaan kota, peningkatan kepuasan publik terhadap layanan. |
| Tahap 4 (2040-2045) | Ambon dikenal sebagai kota dengan tata kelola terbaik di Indonesia Timur, partisipasi publik tinggi. |
Perencanaan Terpadu Kota Ambon
Dokumen Perencanaan
Pilih dokumen dari daftar berikut.
Daftar Dokumen
Pilih Dokumen
Silakan pilih dokumen di sebelah kiri untuk melihat isinya.
Sedang memuat dokumen...
Tekan ESC untuk menutup