Kota Bandarlampung, Lampung
Pilih Informasi Detail:
Lanskap Ekonomi & Tantangan Kota
Didominasi sektor industri dan perdagangan dengan dukungan 39.960 UMKM, Bandar Lampung menghadapi dinamika pembangunan urban:
-
Ketidakmerataan pembangunan antar wilayah kota.
-
Resistensi sosial masyarakat terhadap penataan ruang.
-
Kerentanan tinggi terhadap bencana dan perubahan iklim.
Kebutuhan Berdasarkan Konsep 5C
Strategi komprehensif untuk menjawab tantangan urban Bandar Lampung.
1. Compact City
Penyebaran permukiman tidak merata.
Pemanfaatan tata ruang untuk pertumbuhan ekonomi.
2. Connected City
Konektivitas rendah & ketergantungan kendaraan pribadi.
Integrasi transportasi publik & teknologi Smart City.
3. Inclusive City
Ketimpangan layanan dasar (pendidikan/kesehatan).
Peningkatan partisipasi publik & inklusi sosial.
4. Vibrant City
Rendahnya kualitas fasilitas ruang publik.
Pengembangan kawasan kreatif & wisata perkotaan.
5. Resilient City
High PriorityKerentanan bencana alam & perubahan iklim.
Penerapan konsep kota tangguh berbasis mitigasi.
Visualisasi Konsep 5C Bandar Lampung
Kawasan Prioritas & Program
Fokus pembangunan diarahkan pada sektor pariwisata, transportasi cerdas, dan lingkungan:
- 1 Pengembangan Destinasi Wisata & Agripark
- 2 Integrasi Transportasi (TOD & Smart ITS)
- 3 Pengelolaan Lingkungan & Persampahan
Program Unggulan
- Kawasan Wisata Batu Putu & Agripark Kemiling.
- Pembangunan Transit Oriented Development (TOD).
- Sistem Lalu Lintas Cerdas (Digital Smart City ITS).
Galeri Kawasan & Perencanaan
Klik pada gambar untuk memperbesar.