Kota Bitung, Sulawesi Utara
Pilih Informasi Detail:
Isu Strategis Kota Pelabuhan
Bitung menghadapi tantangan multidimensi sebagai pusat industri dan pintu gerbang maritim:
-
Ketimpangan pertumbuhan wilayah & urbanisasi tak terkendali.
-
Ekonomi terpusat pada industri primer (kurang hilirisasi).
-
Kerentanan bencana pesisir (abrasi, banjir) & konektivitas belum terpadu.
Kebutuhan Berdasarkan Konsep 5C
Strategi pengembangan kota untuk mengatasi ketimpangan dan meningkatkan daya saing Bitung.
1. Compact City
Permukiman kumuh, kemacetan & ketimpangan layanan.
Pengembangan Transit-Oriented Development (TOD).
2. Connected City
Kemacetan koridor utama & akses terbatas.
Konektivitas fungsional & integrasi multimoda.
3. Inclusive City
Kurangnya perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Akses setara layanan dasar & responsif gender.
4. Vibrant City
Tingkat vibransi & aktivitas sosial rendah.
Revitalisasi ruang publik & fasilitas sosial.
5. Resilient City
High PriorityRisiko tinggi abrasi, banjir & perubahan iklim.
Peningkatan infrastruktur mitigasi bencana pesisir.
Visualisasi Konsep Pembangunan Bitung
Fokus & Kawasan Prioritas
Arah pengembangan untuk mendukung fungsi industri dan mengurangi kesenjangan wilayah:
- 1 Pengembangan Kawasan Industri & Logistik (KEK)
- 2 Pengembangan TOD & Pusat Kota (Compact City)
- 3 Revitalisasi Pesisir & Mitigasi Bencana
Program Utama
- Hilirisasi industri untuk nilai tambah ekonomi.
- Integrasi transportasi multimoda & jalan tol.
- Penyediaan ruang terbuka hijau & konservasi.
Galeri Kawasan & Perencanaan
Klik pada gambar untuk memperbesar.