Kota Surakarta, Jawa Tengah
Pilih Informasi Detail:
Isu Strategis & Tantangan Urban
Surakarta menghadapi tantangan urbanisasi yang mendesak di tengah pelestarian budaya yang kuat:
-
Urban sprawl & keterbatasan lahan pembangunan.
-
Kesenjangan konektivitas antar wilayah kelurahan.
-
Masalah genangan air & manajemen drainase.
Kebutuhan Berdasarkan Konsep 5C
Strategi komprehensif untuk kota budaya yang modern dan tangguh.
1. Connected City
11 kelurahan dengan konektivitas rendah.
BRT Koridor Solo & E-mobility.
2. Compact City
Urban sprawl & lahan terbatas.
Penyimbangan kepadatan kawasan.
3. Resilient City
Genangan air saat hujan.
Drainase & adaptasi iklim berbasis alam.
4. Inclusive City
Ketimpangan layanan dasar.
Peningkatan akses kelompok rentan.
5. Vibrant City
High PriorityTingkat vibransi kawasan masih sedang/rendah.
Aktivasi ruang publik & zona ekonomi komunitas.
Visualisasi Konsep Pembangunan Surakarta
Kawasan Prioritas
Pengembangan difokuskan pada penguatan identitas budaya, teknologi, dan konektivitas:
- 1 Kawasan Cagar Budaya & Batik (Laweyan/Kauman)
- 2 Kawasan Pendidikan & Teknologi (UNS/Techno Park)
- 3 Simpul Transportasi & TOD (Balapan/Tirtonadi)
Tema Pengembangan
- Budaya: Keraton, Mangkunegaran & Sentra Batik.
- Ekonomi: Pasar Gede, Klewer & Industri Kreatif.
- Konektivitas: Integrasi Stasiun & Terminal.
Galeri Kawasan & Perencanaan
Klik pada gambar untuk memperbesar.
Tekan ESC untuk menutup
Surakarta: Lokomotif
Ekonomi & Budaya
Jawa Tengah
Kota inti dalam aglomerasi Solo Raya yang bertransisi menuju kota besar. Pusat perdagangan, jasa, pariwisata, dan MICE yang memperkuat identitas sebagai kota budaya dan ekonomi kreatif.
Investasi (TW III 2024)
Kontributor Utama Regional
Fungsi Kawasan
Subosukawonosraten
Status RPJPN 2025-2045
Penggerak Wilayah Selatan
Konstelasi Regional & Peran Kota
Metropolitan Berbasis Jaringan. Surakarta memiliki relasi fungsional yang sangat erat dengan wilayah penyangga (Hinterland) seperti Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Wonogiri. Struktur ini membentuk sistem metropolitan di mana batas administratif semakin kabur akibat integrasi sosial-ekonomi yang kuat.
Dalam struktur tata ruang, Surakarta berperan sebagai Core City (Kota Inti) yang menyediakan layanan utama di bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan perdagangan. Sementara wilayah penyangga mendukung dengan penyediaan lahan industri, perumahan, dan tenaga kerja, menciptakan mobilitas komuter harian yang tinggi.
Arah Pengembangan Struktur Wilayah
Struktur wilayah kini menunjukkan pola Polisentris, dengan pertumbuhan pusat kegiatan baru di Kartasura, Colomadu, dan Klaten Utara, menegaskan peran Surakarta tidak hanya sebagai kota tunggal, tetapi sebagai jantung dari ekosistem regional yang lebih luas.
Transformasi Ekonomi
Diversifikasi ekonomi diperlukan di luar sektor unggulan batik dan pariwisata. Fokus pada inovasi UMKM, akses modal, dan pelatihan vokasi untuk keberlanjutan.
Potensi Strategis
- Selatan: Pariwisata Budaya, Pendidikan, & Kreatif (Ps. Kliwon, Serengan, Laweyan).
- Utara/Timur: Hub Logistik & Rantai Pasok Manufaktur (Banjarsari, Jebres).
Jejaring Global & Nasional
Anggota UCLG ASPAC & CityNet. Kolaborasi internasional (Kyoto, Gwangju) serta aktif dalam gerakan 100 Smart City Nasional.
Dinamika & Isu Strategis Pengembangan
Sebagai simpul aglomerasi Subosukawonosraten, Surakarta menghadapi tantangan ganda: memaksimalkan potensi sebagai pusat budaya & ekonomi, sekaligus mengatasi tekanan urbanisasi dan keterbatasan ruang.
Potensi Utama Kota
-
Pusat Budaya & Pariwisata Identitas kuat (Keraton, Batik Laweyan) & event internasional (SIPA).
-
Simpul Ekonomi & Transportasi Didukung Tol, KRL, dan rencana TOD di stasiun utama (Balapan, Purwosari).
-
Pendidikan & Inovasi Keberadaan UNS dan Solo Technopark pendorong riset & wirausaha.
Tantangan Utama
-
Kepadatan & Tata Ruang Hanya 4% wilayah "Kompak Seimbang". Terjadi Urban Sprawl ke wilayah penyangga.
-
Lingkungan Hidup RTH hanya 9-10% (Jauh di bawah standar 30%) & ancaman banjir di kawasan Semanggi.
-
Konektivitas Internal Integrasi antarmoda belum optimal, vitalitas ruang kota rendah.
6 Fokus Isu Strategis Kewilayahan
Sosial & Budaya
Modernisasi berpotensi menggerus kawasan heritage. Tantangan menjaga keseimbangan pelestarian budaya (Keraton, Pura) dengan pengembangan ekonomi modern.
Pembangunan Manusia (GEDSI)
Ketimpangan akses layanan dasar dan permukiman padat menghambat inklusivitas. Prioritas pada pemerataan kualitas hidup dan ruang ramah kelompok rentan.
Ekonomi & Investasi
Mengurangi ketergantungan sektor informal dengan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, inovasi, dan investasi berbasis budaya yang bernilai tambah tinggi.
Infrastruktur Kota
Lahan pusat kota terbatas menghambat ekspansi fasilitas. Fokus pada percepatan infrastruktur dasar dan penyediaan ruang publik yang ramah pejalan kaki.
Lingkungan & Kebencanaan
Peningkatan resiliensi terhadap banjir dan cuaca ekstrem. Strategi pemulihan ruang hijau dan penguatan jaringan drainase di kawasan padat.
Sistem Transportasi
Mengatasi ketergantungan kendaraan pribadi melalui pengembangan Transit Oriented Development (TOD), jalur sepeda, dan integrasi BST.
Skenario & Proyeksi Masa Depan
Menuju tahun 2045, Surakarta merumuskan kebutuhan kota melalui pendekatan spasial yang menekankan keterhubungan, efisiensi, dan inklusivitas, serta proyeksi ekonomi yang bergerak dari moderat menuju transformasional.
5 Prinsip Kebutuhan Kota (City Needs)
Connected City
Menuntut jaringan transportasi multimoda dan infrastruktur digital yang menghubungkan pusat kota, pinggiran, dan hinterland secara efisien.
Compact City
Pengendalian urban sprawl melalui intensifikasi ruang, konsep mixed-use development, dan penguatan pusat kegiatan agar lebih hemat lahan.
Resilient City
Sistem kota yang adaptif terhadap perubahan iklim dan risiko banjir melalui infrastruktur drainase modern dan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Inclusive City
Akes setara terhadap perumahan, pendidikan, kesehatan, dan ruang publik bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, perempuan, dan difabel.
Vibrant City
Pengembangan ruang publik yang hidup, pusat budaya, dan kawasan kreatif. Destinasi wisata perkotaan yang memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi daya tarik global.
Skenario Pengembangan Kawasan Prioritas
Menghadapi keterbatasan lahan, Surakarta menerapkan strategi Pengendalian & Efisiensi. Fokus pada industri kreatif ramah lingkungan, inovasi teknologi, dan pariwisata berkelanjutan.
- Interaksi Multikultural & Ketahanan Sosial
- Ketahanan Bencana & Perubahan Iklim
- Ekonomi Berbasis Inovasi Riset
Proyeksi Ekonomi 2025–2045
Semakin kecil nilai ICOR, investasi semakin efisien. Menuju kategori Transformasional.
Penurunan signifikan mendekati Zero Poverty.
"Transformasi struktural penuh diprediksi mulai terlihat menjelang 2043."
"Surakarta sebagai Pusat Kegiatan Nasional yang Berbudaya, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan."
Sebuah kompas strategis yang lahir dari refleksi identitas historis, posisi strategis dalam aglomerasi, serta respons terhadap tantangan global.
Artikulasi Pengembangan Perkotaan
Lima pilar utama yang menjadi pondasi visi jangka panjang.
Pusat Kegiatan Nasional
Simpul layanan jasa pemerintah, sosial, dan ekonomi skala internasional & nasional.
Berbudaya
Nilai Jawa Adi Luhung sebagai spirit produktivitas dan harmoni sosial.
Maju
Adaptif, inovatif, dan berdaya saing dengan SDM berkualitas tinggi.
Sejahtera
Pemenuhan hak dasar secara berkeadilan, aman, dan nyaman menuju Smart City.
Berkelanjutan
Harmoni ekonomi, sosial, dan ekologi. Tangguh bencana dan rendah emisi.
5 Misi Transformasi Kota
Transformasi Sosial
"Mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, inklusif, dan berbudaya."
Sasaran Strategis:
- Peningkatan kualitas kesehatan & pendidikan merata.
- Kesetaraan gender & inklusi sosial.
- Pelestarian budaya & identitas kota.
Transformasi Ekonomi
"Mengembangkan ekonomi adaptif, kreatif, dan berkelanjutan."
Sasaran Strategis:
- Penguatan perdagangan & jasa sebagai basis utama.
- Pariwisata budaya, MICE, & UMKM kreatif.
- Transformasi digital ekonomi & investasi inklusif.
Transformasi Lingkungan
"Mewujudkan kota tangguh iklim dan berketahanan ekologi."
Sasaran Strategis:
- Peningkatan kualitas lingkungan hidup perkotaan.
- Ketahanan terhadap bencana & perubahan iklim.
- Ketahanan pangan, air, dan energi.
Transformasi Infrastruktur
"Infrastruktur modern, terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan."
Sasaran Strategis:
- Konektivitas multimoda & pedestrian/sepeda.
- Akses perumahan & permukiman layak.
- Peningkatan akses layanan dasar kota.
Transformasi Tata Kelola
Pendekatan Hexahelix"Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, inovatif, dan berbasis digital."
Sasaran Utama:
- Efektivitas birokrasi & transparansi.
- Inovasi pelayanan publik.
Fokus Digital:
- Transformasi digital pemerintahan.
- Kolaborasi lintas sektor (Pemerintah, Akademisi, Bisnis, Komunitas, Media, Keuangan).
Arah Kebijakan & Indikasi Program
Menerjemahkan visi jangka panjang ke dalam langkah operasional nyata melalui 5 Misi Transformasi, dilaksanakan secara bertahap selama 20 tahun (4 Fase).
Transformasi Sosial
Kebijakan Utama
- • Penguatan layanan kesehatan & stunting.
- • Sekolah inklusi & berbasis budaya.
- • Perlindungan sosial adaptif bencana.
Transformasi Ekonomi
Kebijakan Utama
- • Penguatan Pasar Tradisional & Jasa.
- • Ekosistem MICE & Pariwisata Budaya.
- • Ekonomi Digital & Solo Technopark.
Transformasi Lingkungan
Kebijakan Utama
- • Pengelolaan sampah 3R & Energi Hijau.
- • Mitigasi bencana banjir & tata air.
- • Distribusi pangan & pengendalian inflasi.
Transformasi Infrastruktur
Kebijakan Utama
- • Transportasi multimoda (BST, Feeder).
- • Penataan kawasan kumuh & RTLH.
- • Sistem sanitasi & drainase terpadu.
Transformasi Tata Kelola
Kebijakan Utama
Matriks Indikasi Program 2025-2045
Transformasi Sosial
Kesehatan, Pendidikan, & Budaya
Transformasi Sosial
Kesehatan, Pendidikan, & Budaya
| Program / Kegiatan | Lokasi | I 26-30 |
II 31-35 |
III 36-40 |
IV 41-45 |
|---|---|---|---|---|---|
| Peningkatan Puskesmas & RSUD Satelit | Mojosongo, Semanggi, Gandekan | ||||
| Revitalisasi Cagar Budaya & Tak Benda | Keraton, Mangkunegaran, Laweyan | ||||
| Peningkatan Fasilitas Perlindungan Sosial | Pasar Kliwon, Jebres, Serengan |
Transformasi Ekonomi
Pasar, MICE, UMKM, & Digital
Transformasi Ekonomi
Pasar, MICE, UMKM, & Digital
| Program / Kegiatan | Lokasi | I 26-30 |
II 31-35 |
III 36-40 |
IV 41-45 |
|---|---|---|---|---|---|
| Penguatan Pasar Tradisional | Ps. Klewer, Gede, Legi, Jongke | ||||
| Pengembangan Ekosistem MICE | Stadion Manahan, STP, Convention Hall | ||||
| Ekosistem Ekonomi Digital & Startup | Solo Technopark, Startup Hub |
Transformasi Lingkungan
RTH, Sampah 3R, & Bencana
Transformasi Lingkungan
RTH, Sampah 3R, & Bencana
| Program / Kegiatan | Lokasi | I 26-30 |
II 31-35 |
III 36-40 |
IV 41-45 |
|---|---|---|---|---|---|
| Pengelolaan Sampah 3R & PSEL | TPA Putri Cempo, Seluruh Kelurahan | ||||
| Infrastruktur Hijau & Pengendalian Banjir | Koridor Sungai Bengawan Solo, Kali Pepe |
Transformasi Infrastruktur
Transportasi, Perumahan, & Sanitasi
Transformasi Infrastruktur
Transportasi, Perumahan, & Sanitasi
| Program / Kegiatan | Lokasi | I 26-30 |
II 31-35 |
III 36-40 |
IV 41-45 |
|---|---|---|---|---|---|
| Sistem Transportasi Multimoda (BST, Feeder) | Terminal Tirtonadi, Stasiun Balapan, Koridor Utama | ||||
| Penataan Kawasan Kumuh & RTLH | Semanggi, Mojo, Pucangsawit, Joyotakan | ||||
| Pembangunan IPAL Perkotaan | Mojosongo, Semanggi, Pucangsawit |
Transformasi Tata Kelola
SPBE, MPP, & Smart City
Transformasi Tata Kelola
SPBE, MPP, & Smart City
| Program / Kegiatan | Lokasi | I 26-30 |
II 31-35 |
III 36-40 |
IV 41-45 |
|---|---|---|---|---|---|
| Mal Pelayanan Publik (MPP) Terintegrasi | Balai Kota, Seluruh Kecamatan | ||||
| Integrasi Data Smart City & Command Center | Balai Kota, Solo Technopark |
Perencanaan Terpadu Kota Surakarta
Dokumen Perencanaan
Pilih dokumen dari daftar berikut.
Daftar Dokumen
Pilih Dokumen
Silakan pilih dokumen di sebelah kiri untuk melihat isinya.
Sedang memuat dokumen...
Tekan ESC untuk menutup